Tren Harga Emas Berlanjut Melemah

Equityworld Futures – Harga emas berlanjut melemah pada hari Senin setelah polling tentang Referendum Keanggotaan Inggris di Uni Eropa pada akhir pekan menunjukkan kembali unggulnya kubu pendukung tinggal di UE (Britain Remain/Bremain). Emas untuk pengiriman Agustus di COMEX New York turun 0.25% ke $1,291.50 per troy ons, sedangkan Spot Gold melorot ke kisaran 1286.62 saat berita ini diturunkan. Sejalan dengan itu, harga perak dan tembaga ikut melandai, masing-masing ke $17.410 per troy ons dan $2.066 per pound.

Pekan lalu, harga emas sempat memuncak ke level tinggi 22 bulan, meski kemudian melemah pada hari Jumat, di tengah pupusnya harapan pasar akan kenaikan suku bunga the Fed serta masih bergejolaknya situasi menjelang digelarnya referendum Brexit tanggal 23 Juni mendatang. Laporan Commitment of Traders (COT) terbitan US Commodity Trading Futures Commission (CFTC) hari Sabtu lalu mengindikasikan peningkatan permintaan bagi aset-aset safe haven seperti Franc Swiss, Yen Jepang, dan Emas sepanjang sepekan. Pembelian spekulatif atas emas meningkat dari 228.6k di periode sebelumnya menjadi 279.9k.

Ketegangan baru agak melonggar pada hari Jumat. Pembunuhan atas anggota parlemen Jo Cox, seorang politisi populer pendukung Bremain, oleh salah satu simpatisan Brexit ditengarai meningkatkan simpati pemilih bagi kubu yang menginginkan Inggris tetap tinggal dalam Uni Eropa. Tiga hasil polling yang dirilis pada hari Sabtu lalu menunjukkan bahwa dukungan bagi pihak “Remain” kembali mengungguli “Exit”. Hal ini mengindikasikan pergeseran momentum ke arah yang lebih positif, mengingat beraneka risiko ekonomi diperkirakan mengancam Inggris, Uni Eropa, dan dunia, bila Inggris memilih keluar dari kesatuan sosial politik benua tempatnya berada tersebut.

Pekan ini, referendum Brexit masih akan menyita perhatian investor. Namun sebelum itu, ketua Federal Reserve Janet Yellen dijadwalkan berbicara dalam acara dengar pendapat di Kongres AS pada hari Selasa dan Rabu. Data-data Amerika Serikat seperti pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) serta penjualan rumah juga kemungkinan akan diperhatikan, karena investor masih berupaya mengukur kesehatan ekonomi negeri adidaya ini – Equityworld Futures