Tax Amnesty Dan Kebijakan BI Menguatkan sektor infrastuktur properti Indonesia

PT Equityworld Futures – Kebijakan-kebijakan pemerintah akhir-akhir ini menciptakan bagian infrastuktur & bagian properti mengalami penguatan maka bagian yg jadi bahan baku utamanya pun ikut mengalami penguatan. Salah satu kebijakan yg berikan sentimen positif merupakan Tax Amnesty.

Tidak Hanya Tax Amnesty, sentimen yang lain pun berasal dari Bank Indonesia (BI),

yg dapat memakai acuan BI seven days repo bln Agustus 2016, dimana acuan bunga ini lebih rendah dari BI Rate.

Berarti bunga terhadap bank lain pula berkesempatan utk turun, maka dapat memicu tidak sedikit orang buat jalankan pembiayaan dengan cara credit.

Seperti yg telah aku bahas dalam kopipagi & kopisore hari-hari pada awal mulanya, dgn bunga credit turun,

dapat mendorong peningkatan orang yg credit, dgn demikian permintaan dapat properti dapat makin naik

dan proyek-proyek properti serta dapat bertambah tidak sedikit. Bersama bertambahnya proyek-proyek baru tersebut, industri basic terutama penjualan semen pun bakal meningkat.

 

PT Equityworld Futures: Rekomendasi saham – saham unggulan

 

Buat saham-saham yg tetap berpotensi dalam bidang industri basic ialah SMGR yg telah menguat lebih dari 10% sejak di rekomendasikan dalam The Ellen May Premium Access Up To Date 27 Juli 2016

dan masihlah bakal berpotensi menguat menuju target 11000-11500. Tidak Cuma SMGR, saham SMBR sesudah menguat 54% sejak direkomendasikan dalam Premium Access 26 Juli 2016 & berpotensi breakout dari 1100. Saham SMCB berpotensi buat menyusul SMBR.

Sesudah menyentuh rekor tertingginya kepada Jumat dulu, Bursa Amerika terhadap senin kala setempat bergerak melemah,

Indeks Dow Jones ditutup terhadap level 18.529,29 atau melemah 14,24 poin (-0,08%).

Demikian serta dgn Indeks S&P yg melemah 1,98 poin (-0,09%) yg ditutup kepada level 2.180,89.

Bursa Amerika dinilai tak dapat buat breakout dari level tertingginya walaupun harga minyak menguat.

Para tersangka pasar tetap menunggu laporan data penjualan ritel yg dapat dirilis pekan ini.

Di Indonesia, IHSG tempo hari ditutup kepada level 5.458,98 atau menguat 38,73 poin (+0,71%) dgn ditutup terhadap level 5.458,98 . Bagian yg mengalami penguatan paling besar merupakan Bagian Aneka Industri se besar 4,57%.

Aku tonton IHSG tetap bakal meneruskan penguatan, walaupun penguatan telah sejak mulai terbatas. IHSG berpotensi menguji resistennya di 5.524, & mulai sejak amat sangat rawan profit taking jangka pendek.

news by PT Equityworld Futures