Spanyol, Matador Tewas Diseruduk Banteng

PT Equityworld Futures – Seorang matador tewas akibat diseruduk banteng dalam arena adu banteng di Spanyol – untuk pertama kalinya matador tewas di Spanyol dalam abad ini.

Victor Barrio, yang berusia 29 tahun dan dikenal sebagai matador profesional, tewas akibat serudukan banteng yang mengenai dadanya.

Adu banteng yang digelar di kota Teruel, Spanyol, Sabtu (09/07) ini disiarkan secara langsung oleh televisi setempat.

Juga terjadi pada Sabtu, seorang pria 28 tahun, tewas diseruduk seekor banteng dalam festival banteng di desa Pedreguer di dekat kota Valencia, Spanyol.

Baca: Perjalanan Google Jadi Perusahaan Tersukses di Dunia

Matador terakhir yang tewas dalam adu banteng di Spanyol adalah Jose Cubero, atau Yiyo, pada 1985.

Tayangan televisi memperlihatkan sang banteng melemparkan Barrio ke udara sebelum menusuk dada kanannya.

PT Equityworld Futures – Perdana menteri Spanyol ikut berduka

Perdana menteri Spanyol, Mariano Rajoy melalui akun Twitternya menyatakan berduka atas apa yang dialami sang matador.

Sikap berduka juga ditunjukkan pengelola arena adu banteng di ibu kota Spanyol Madrid, Las Ventas, tempat Barrio memulai profesinya sebagai matador.

Dalam situs resminya, mereka menyatakan merasa “kehilangan” atas kematian Barrio.

Surat kabar El Pais mengatakan bahwa pada abad lalu ada 134 orang terbunuh, termasuk diantaranya 33 matador, akibat praktik adu banteng di Spanyol.

Sekitar 2.000 festival adu banteng masih digelar setiap tahun di Spanyol, namun jumlahnya sudah jauh menurun.

Pada tahun lalu, matador terkemuka Spanyol, Francisco Rivera Ordonez terluka parah saat adu banteng di kota Huesca.

Sekitar 2.000 festival adu banteng masih digelar setiap tahun di Spanyol, namun jumlahnya sudah jauh menurun. Pada 2010, provinsi Catalonia telah resmi melarang tradisi adu banteng.

Catalonia merupakan negara bagian kedua di Spanyol yang melarangnya setelah Kepulauan Canary.