Saham Saham Wall Street Tertekan Imbas Turunnya Harga Minyak

PT Equityword Futueres, New York – Wall Street tertekan terhadap penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi dikala Jakarta). Pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) tersebut dikarenakan pembeli & pembuat minyak memperkirakan bahwa banjir pasokan akan berkukuh hingga thn depan.

Mengutip Reuters, Rabu (14/9/2016), Dow Jones industrial average melemah 258,32 poin atau 1,41 % ke 18.066,75. S&P 500 turun 32,02 poin atau 1,48 prosen ke angka 2.127,02. Sedangkan Nasdaq Composite turun 56,63 poin atau 1,09 % ke level 5.155,26.

Terdapat dua factor mutlak yg jadi penekan Wall Street terhadap perdagangan Selasa. Aspek mula-mula yakni penurunan harga minyak & aspek ke-2 ialah konsep kenaikan suku bunga Bank Sentral AS.

Bidang energi dalam indeks S&P 500 turun 2,9 % & jadi pendorong penting pelemahan Wall Street. Sedangkan bidang keuangan melemah 1,8 %.

The International Energy Agency menyampaikan bahwa sudah berlangsung penurunan yg lumayan tajam pertumbuhan permintaan minyak dunia. Tidak Cuma itu, berjalan serta peningkatan pasokan minyak yg lumayan akbar.

PT Equityword Futueres: Saham Saham Wall Street Tertekan Imbas Turunnya Harga Minyak

 

Bersama dua indikator tersebut, The International Energy Agency memperkirakan bahwa dunia bakal banjir minyak mentah setidaknya s/d semester I 2017 kelak.

Komentar dari The International Energy Agency tersebut menambahkan perkiraan yg sudah dikeluarkan oleh organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) yg menyebutkan bahwa surplus minyak mentah masihlah dapat berlanjut hingga th depan.

Sedangkan bagian keuangan Wall Street terjatuh sebab prospek kenaikan suku bunga Bank Sentral AS yg lemah. Tersangka pasar menonton bahwa bisa jadi Bank Sentral AS menaikkan suku bunga terhadap jumpa 20-21 September kelak mungil.

Tiga petinggi Bank Sentral AS terhadap Senin tempo hari mengeluarkan pendapat bahwa bisa jadi kenaikan suku bunga lumayan berat. Pendapat ini berangkat belakang dgn opini petinggi lain kepada minggu pada awal mulanya.

“Pelaku pasar tak sanggup terburu-buru memutuskan dikarenakan sangat banyak opini yg beredar & semuanya amat sangat tidak sama,” terang Jim Tierney, CIO U.S. Concentrated Growth di AllianceBernstein, New York, AS.

news by PT Equityword Futueres