PT Equityworld Futures: Minyak Mentah Asia Turun 1 Persen Senin 22 Agustus 2016

PT Equityworld Futures – Harga minyak jatuh terhadap perdagangan sesi Asia hri Senin (22/08) terpicu keraguan para analis terkait pembicaraan produser

akan datang bakal bisa mengendalikan kelebihan pasokan, mengemukakan bahwa Brent bisa jadi bakal jatuh kembali dibawah $ 50 per barel

yang merupakan bln Agustus lebih dari 20 prosen reli minyak mentah kelihatan berlebihan.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 55 sen, atau 1,13 %, terhadap $ 47,97 per barel.

Harga minyak mentah berjangka patokan inernasional Brent diperdagangkan terhadap $ 50,13 per barel, turun 75 sen, atau 1,47 %.

Analis meragukan reli harga minyak baru-baru ini, menyampaikan bahwa kenaikan tersebut tidak sedikit dari hasil short-covering

& antisipasi pembicaraan pembuat minyak yg dapat datang terhadap bln September utk membahas cara-cara buat mengendalikan kelebihan pasokan.

PT Equityworld Futures:  PT Equityworld Futures: Minyak Mentah Asia Turun 1 Persen Senin 22 Agustus 2016

 

Tidak Dengan fundamental kuat pasar yg kelihatan, mereka mengemukakan bahwa harga bisa saja bakal berada di bawah tekanan ke bawah lagi langsung.

“Pandangan kami bahwa kenaikan minyak baru-baru ini lebih didukung sudut teknis daripada fundamental. Bahkan,

customer baru sudah sebahagian akbar tiada sekian banyak bln terakhir,” kata Bank AS Morgan Stanley.

Berkenaan pembicaraan produser akan datang, bank menyampaikan bahwa “perjanjian itu amat sangat tak mungkin” & bahwa ada “terlalu tidak sedikit tekanan & tantangan logistik buat kesepakatan yg berarti”.

Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) & pembuat minyak yang lain seperti Rusia dapat berjumpa kepada bln September

buat membahas pembekuan tingkat produksi atau bahkan penurunan produksi tersebut utk mengendalikan kepada kelebihan pasokan,

namun analis mengemukakan persaingan antara anggita OPEC Arab Saudi & Iran menciptakan kesepakatan tak bisa jadi.

“Meskipun Iran saat ini memproduksi lebih kurang 200.000 barel per hri dari puncak pra-sanksi bulanan terhadap bln Mei 2011, kami tak melihatnya menerima pembatasan produksi, & tidak dengan keterlibatan Iran, Arab Saudi tak ingin ambil bidang,” kata Barclays Bank.

Lantaran sedang berlangsungnya kelebihan produksi & daya simpan di pasar minyak mentah & product olahan,

Barclays mengemukakan bahwa 20 % reli harga sejak awal Agustus merupakan tak beralasan, & bahwa harga minyak $ 50 atau lebih tinggi yg sekarang “tidak berkelanjutan”.

“Harga minyak mungkin saja bakal mengalami lagi penurunan jangka pendek dalam sekian banyak pekan akan datang, sebelum pindah ke umumnya $ 50 dalam Q4,” imbuhnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah kepada perdagangan setelah itu berpotensi lemah dgn potensi penguatan dolar AS

& keraguan pembekuan produksi. Harga diperkirakan dapat menembus kisaran Support $ 47,50 – $ 47,00,

dan apabila harga naik bakal menembus kisaran Resistance $ 48,50 – $ 49,00.

news by PT Equityworld Futures