Propinsi Nusa Tenggara Barat Tiga Kali Mengalami Gempa 6.6 SR

PT Equityworld Futures – JAKARTA. Propinsi Nusa Tenggara Barat mengalami tiga kali guncangan akibat gempabumi hri ini,(7/8).

Gempa paling besar berkekuatan 6.6 Scala Richter (SR) berjalan pada jam 05 : 41 : 01 WIB,

total gempa tak menyebabkan tsunami walau berada kepada kedalaman yg dangkal.

Menurut kabar dari Tubuh Meteorologi & Geofisika (BMG), gempa bumi yg melanda Timurlaut Sumbawa hri ini,

sampai 12 : 00 WIB berlangsung jumlahnya tiga kali. Gempa mula-mula berjalan pada jam 05 : 41 : 01 WIB,

berpusat terhadap koordinat 8.16 LS – 117.74 BT, dgn magnitude 6.6 SR dikedalaman 10 Kilometer,

dan berjarak 51 kilometer TimurLaut Sumbawa, gempa ke-2 berkekuatan 5.1 SR berjalan kepada pukul 06 : 07 : 05 WIB,

berpusat di koordinat 8.08 LS – 117.60 BT, dikedalaman 10 Kilo Meter, berjarak 50 kilometer TimurLaut Sumbawa.

Sedangkan gempa susulan kemudian berlangsung pada jam 10 : 46 : 23 WIB, berpusat di koordinat 8.26 LS – 117.61 BT,

bersama magnitude 5.2 SR, kepada kedalaman 20 Kilometer & berjarak 34 kilo meter TimurLaut Sumbawa.

Salah seseorang penduduk Lombok, Meta mengemukakan, beberapa orang terhadap ke luar dari gedung perkantoran.
“Orang-orang kepada lari ke luar kantor. Kejadiannya bentar,” kata Meta yg menyebutkan tiada kerusakan dalam kejadian ini.

 

PT Equityworld Futures: Propinsi Nusa Tenggara Barat Tiga Kali Mengalami Gempa 6.6 SR

 

Sampai sekarang(pukul 13 : 53 WIB) dilaporkan gempa sudah mengakibatkan sejumlah 50 hunian di kira kira Calabai mengalami kerusakan,

sekian banyak hunian runtuh di Kecamatan Pekat, & tak ada korban jiwa.

Keadaan geologi wilayah terkena gempa tersusun oleh batuan vulkanik berusia kuarter & sedimen berusia tersier yg sudah mengalami pelapukan, maka menurut Kepala Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi Surono tidak cuma bersifat urai/lepas serta memperkuat dampak goncangan.

Getaran gempa dirasakan di Dompu & Sumbawa Gede bersama intensitas III-IV sakal MMI, di Bima II-III skala MMI & di Mataram II skala MMI, gempa serta terasa & terekam terhadap Pos PGA gunung Egon bersama amplitude 32 milimeter, papar Surono

Kemudian Surono memaparkan, bahwa gempa bumi ini tak menyebabkan tsunami biarpun berpusat dilaut & dikedalaman dangkal,

tapi energi yg dikeluarkan tak menyebabkan deformasi basic laut yg akan membangkitkan tsunami.

Penyebab gempa diperkirakan sumber gempa berasosiasi bersama aktifitas sesar aktif yg berada di sebelah Utara pusat gempa bumi.

Kepala Pusat merekomendasikan biar warga buat terus kalem, tak terpancing isu-isu yg tak bertanggung jawab

dan masih mewaspadai gempa susulan, terkecuali itu bagi warga yg rumahnya sudah mengalami kerusakan dihimbau biar mengungsi.

Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVG), Tubuh Geologi bakal serentak mengirimkan Tim Tanggap darurat (TTD) menuju ruangan bencana.

news by PT Equityworld Futures