Petani Bakau Gulung Tikar Jika Harga Rokok 50 Ribu

PT Equityworld Futures, Jakarta – Pemerintah tengah pertimbangkan kenaikan cukai rokok yg lumayan signifikan, bahkan mencapai 2 kali lipat.

Dgn begitu harga rokok yg kini di kisaran Rupiah 15 ribu sampai Rupiah 25 ribu dapat jadi Rupiah 50 ribu.

Ketua Umum Gabungan Pembuat Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti mengemukakan, kenaikan cukai rokok

yg berlebihan ini dapat membahayakan industri rokok itu sendiri. Padahal dikala ini perusahaan rokok yang merupakan penyumbang pajak ke negeri yg lumayan signifikan.

“Suatu barang apapun bila kenaikannya harganya terlampaui berlebihan itu amat sangat fenomenal, akibatnya dapat tidak sedikit,” kata beliau diwaktu berbincang dgn Liputan6.com, Sabtu (20/8/2019).

PT Equityworld Futures: Petani Bakau Gulung Tikar Jika Harga Rokok 50 Ribu

 

Salah satu yg dipastikannya yaitu perusahaan rokok dapat menurunkan produksinya. Dengan Cara jangka pendek,

hal tersebut serta bakal memicu pengurangan jumlah karyawan. Padahal, tatkala ini perusahaan rokok jadi industri padat karya yg tidak sedikit menyerap tenaga kerja.

Ditambahkan Muhaimin, dikala ini saja para tersangka industri rokok tengah menghadapi tantangan di mana tatkala dua th bertutur-turut produksi mereka tak mengalami peningkatan. “Kalau ditambah ini (cukai rokok naik), ini justru memunculkan efek munculnya peredaran rokok-rokok tanpa izin,” tegasnya.

Satuan Eselon I ini mesti perhitungkan dari sudut factor ekonomi jika mau menaikkan tarif cukai rokok maka perusahaan terpaksa jual rokok seharga tersebut. “Harga rokok menjadi Rupiah 50 ribu per bungkus merupakan salah satu referensi yg dikomunikasikan,” ucap heru.

Katanya, pemerintah mesti perhitungkan usulan tersebut bukan saja dari segi kesehatan, tetapi pula dari factor ekonomi, seperti industri, petani & keberlangsungan penyerapan tenaga kerja.

“Jadi kita mesti komunikasikan dgn semua stakeholder, baik yg pro kesehatan ataupun yg pro industri, petani lantaran tentu ada tarik ulur di situ. Seandainya hanya dengarkan salah satunya, mampu bangkrut itu,” terang Heru.

Kenaikan harga rokok yg terlampaui signifikan dapat berdampak negatif bagi industri. Bahkan resiko jelek yang lain, sambung beliau, marak peredaran atau penyelundupan rokok tidak legal.

news by PT Equityworld Futures