Pasakon Daging Sapi Menjelang Hari Raya Idul Adha

PT Equityworld Futures– Perum Tubuh Urusan Logistik (Bulog) bakal menambah impor daging kerbau banyaknya 70.000 ton sampai akhir th ini.

Langkah ini guna berikan alternatif daging lain yg lebih murah dalam memenuhi kepentingan protein penduduk.

Direktur Penting Bulog Djarot Kusumayakti menyampaikan penambahan tersebut buat musim Oktober sampai Desember thn ini. Diawal Mulanya, pihaknya sudah mendapat kuota impor daging kerbau banyaknya 10.000 ton, maka keseluruhan impor daging kerbau buat thn ini sejumlah 80.000 ton.

“Yang kami mengajukan hingga Desember 70.000 ton, daging kerbau saja, itu tambahannya. Ini kan baru 10.000 ton, menjadi kita minta penambahan 70.000 ton,” ucap Djarot di kantornya, Jakarta, Jumat (2/9).

Djarot mengakui, pihaknya sudah mendapat jatah kuota impor daging kerbau sejumlah 10.000 ton. Tapi Sayang sampai hri ini, realisasi impor yg telah masuk gudang atau cold storage Bulog baru jumlahnya 720 ton.

Alasannya, impor tersebut baru dilaksanakan pertengahan Agustus & masuk gudang Bulog mula-mula terhadap 26 Agustus 2016. Dengan Cara bertahap, impor dapat tiba sewaktu 2-3 hri sekali.

 

PT Equityworld Futures: Pasakon Daging Sapi Menjelang Hari Raya Idul Adha

 

“Ini tetap ada kapal yg telah masuk & ada sekian banyak kontainer. Intinya kami mengemukakan bahwa ini 2-3 hri sekali masuk. Tempo Hari perdana 13 kontainer, seterusnya 5 kontainer, namun tetap kita jalankan bertahap,” katanya.

Total impor daging kerbau masuk lewat jurusan pelabuhan di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Meskipun baru sedikit yg masuk, tetapi Djarot tentukan kuota impor daging kerbau yg diberikan pemerintah sejumlah 10.000 ton dapat terealisasi paling lambat akhir September.

“Harapannya sebelum September tutup, 10,000 ini telah masuk. Dikarenakan ini jadi test case & bakal kita susul bersama importasi berikutnya biar betul-betul berlangsung pemenuhan daging kerbau ke penduduk,” tegasnya.

Jelasnya, seluruhnya impor daging kerbau didatangkan dari India. Dalam hitungan Bulog, penambahan impor itu dikarenakan kepentingan asosiasi biasanya sejumlah 10.000 ton sampai 20.000 ton dalam sebulan.

“Kalau kita perhatikan keperluan, rekan-rekan asosiasi mereka rata rata perlu kurang lebih 10.000-20.000 ton sebulan, hitungan kita. Maka seandainya ada sisa tiga bln ke depan, aku kira kita perlu 60.000-70.000 ton,” tambahnya.

Djarot serta mengakui, penambahan impor daging kerbau itu sudah mendapat dukungan dari sekian banyak menteri terkait. Diantaranya yakni Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, & Menko Perekonomian Darmin Nasution.

“Kami baru minta izin dari Pak Mendag, telah mampu dukungan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara. Serta telah bakal dukungan dari Menko Perekonomian, tinggal sekarang ini minta izinnya,” pungkasnya.

news by PT Equityworld Futures