Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII Sangat Membantu Pengembang Perumahan Murah

PT Equityworld Futures – Wakil Ketua Umum Bagian Perizinan DPP Real Estate Indonesia (REI), Oka Murod menyongsong baik Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII.

Katanya, paket kebijakan ini dapat mengambil sekian banyak manfaat bagi pengembangan perumahan di Indonesia. Salah satunya, dapat menunjang & mempercepat proses perizinan pembangunan hunian.

Dalam paket kebijakan ini, proses perizinan utk mendirikan hunian bagi warga berpenghasilan rendah (MBR) bakal dipotong dari 33 izin jadi 11 izin. Ini artinya ketika yg dibutuhkan buat menyelesaikan semua perizinan tersebut dapat lebih serentak.

“Selama ini ada 33 tahapan, bersama paket ini cuma 11 tahapan. Berapa item ini dihilangkan, seperti advis planning, izin ruang, itu dihapuskan. Ini sanggup mempercepat dari pada awal mulanya 700 hri jadi cuma 1,5 bln,” ujarnya di Jakarta, Senin (28/8).

diluar itu, terkait penghapusan izin Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) & Upaya Kelola Lingkungan (UKL) utk proyek pembangunan perumahan dgn luas dibawah 5 hektar (ha). Izin tersebut tatkala ini mesti diurus lewat Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) atau Tubuh Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD).

 

PT Equityworld Futures: Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII Sangat Membantu Pengembang Perumahan Murah

 

“Yang paling mutlak ini penghapusan UPL/UKL dari KLHK. Menjadi yg 5 ha ke bawah tak digunakan izin ini lantaran kan hunian MBR ini yg berpenghasilan rendah. Jikalau hunian buat mereka, paling limbahnya cuma limbah hunian tangga biasa,” kata beliau.

Penyederhanaan izin tersebut bakal memangkas anggaran perizinan yg mesti dikeluarkan pengembang. Maka, pengembang kembali bergairah buat membangun hunian murah ini.

“Ini mampu pangkas anggaran perizinan kira kira 70 %. Ketika ini pembangunan hunian murah baru teralisasi 40 persen-50 % dari target pemerintah lantaran masalah anggaran perizinan. Adanya pemangkasan budget ini, pengembang yg tadinya kurang bergairah sekarang ini ingin membangun,” tandas beliau.

Sekretaris Jenderal REI, Hri Raharta menyambung, ongkos yg mesti dikeluarkan pengembang pula ditekan bersama adanya penyederhanaan perizinan ini.

“Paket itu salah satu bagiannya buat menyederhanakan perizinan, yg hasilnya dapat berdampak cost & kala. Sewaktu ini kita berburu bersama menyiapkan tanah & mengurus izin. Dgn paket ini di inginkan dikerjakan dengan cara simultan & izin kita bakal lebih langsung,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Sektor Perizinan, Oka Murod menyampaikan, keluarnya paket ini sebenarnya telah ditunggu oleh para pengembang properti. Pasalnya, tatkala ini dalam membangun hunian MBR, pengembang kerap dihadapkan kepada proses perizinan yg berbelit.

“Ini telah serasi dgn apa yg diusulkan REI. Telah 99 prosen tepat cita-cita pengembang. Paket ini terkait hambatan dalam membangun hunian MBR, ialah soal perizinan. & paket ini telah lewat proses yg bertahap, sejak mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Kementerian ATR & Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan,” kata dirinya.

news by PT Equityworld Futures