Minyak Mentah Dunia Turun Di Level US$ 50 Per Barel

PT Equityworld Futures, Jakarta Harga minyak naik sampai 4 prosen terhadap perdagangan Kamis, di mana Brent,

minyak acuan menyentuh level US$ 50 per barel buat mula-mula kalinya sejak dua minggu. Kenaikan ini dipicu dari penurunan tajam di sisi persediaan minyak mentah AS.

Brent naik US$ 2,01 atau 4,2 prosen utk menetap di level US$ 49,99 per barel. Sementara minyak mentah A ditutup naik US$ 2,12 atau 4,7 %,

kenaikan harian paling besar sejak April.

Demikian pun minyak tipe West Texas Intermediate turun US$ 76 sen atau 1,9 prosen jadi US$ 39,44 per barel,

usai membentuk kenaikan US$ 1 jadi US$ 41,2 per barel.

Walau turun, ke-2 benchmark harga minyak internasional itu naik kira kira 2 prosen pekan ini.

Kelebihan pasokan minyak global sudah menekan harga minyak mentah dari level paling tinggi pertengahan 2014 diatas US$ 100 per barrel ke posisi terendah dalam 12 thn di awal thn ini, mengambil Brent dipasarkan US$ 27 per barel & minyak mentah AS lebih kurang US$ 26 per barel.

 

PT Equityworld Futures: Minyak Mentah Dunia Turun Di Level US$ 50 Per Barel

 

Dilansir dari reuters, Jumat (9/9/2016), persediaan minyak AS turun 14,5 juta barel terhadap minggu dulu menuju ke lvel 511,4 juta barel. Itu adalah penurunan mingguan paling besar perdana sejak Januari 1999, menurut data pemerintah.

Harga minyak mentah turun terhadap Jumat (Sabtu pagi WIB) seiring bersama meningkatnya jumlah rig minyak di Amerika Serikat (AS) utk mula-mula kalinya sejak Desember 2015.

Tambahan rig minyak sudah merosot kira kira 75 prosen sewaktu th dulu & ialah level terendah sejak 2009.

Impor pula turun 2,5 juta barel per hri, terendah sejak pengumpulan data dimulai terhadap 1990.

Para pedagang mengemukakan impor turun dikarenakan offloading kapal kargo terhambat di Texas & Louisiana dikarenakan Badai Tropis Hermine.

Hermine, yg meneror penyulingan Gulf Coast hub minggu dulu, membatalkan sekian banyak produksi minyak AS & membatasi impor & pengiriman, hasilnya tak terlampaui membahayakan alat Teluk.

“Pasar merindukan impor namun aku pikir kenaikan harga bersifat sementara,” kata Dominick Chirichella, partner senior di Institute Manajemen Energi di New York.

news by PT Equityworld Futures