Matikah Industri Rokok Jika Harganya Menjadi 50 Ribu ?

PT Equityworld Futures – Wakil Kepala Instansi Demografis Kampus Indonesia Abdillah Ahsan meyakini naiknya harga rokok tak ingin menurunkan kinerja industri rokok ataupun merugikan petani tembakau. Dikarenakan, tetap ada hal-hal lain yg jadi hal penting dari turunnya produksi rokok.

“Kita janganlah hingga menyandarkan pertumbuhan ekonomi kita terhadap industri rokok. Apa yg kita melaksanakan ini yaitu pengendalian permintaan mengonsumsi penduduk atas rokok. Apabila ditanya apakah dapat menghilangkan industri rokok, aku kira tak,” tutur Abdillah di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (2/9).

 

PT Equityworld Futures: Matikah Industri Rokok  Jika Harganya Menjadi 50 Ribu ?

 

Katanya, penurunan kinerja industri rokok & tingginya pemutusan pertalian kerja (PHK) lebih karena adanya perubahaan proses produksi, dari tenaga manusia jadi tenaga mesin.

“Ada yg bilang kenaikan cukai rokok bikin industri mungil dapat mati, itu tak benar. Dikarenakan dalam 3 th terakhir justru pendapatannya tak bertumbuh. Mereka mati dikarenakan kalah oleh industri rokok agung,” tambahnya.

Abdillah serta meyakini resiko kerugian di petani tembakau tidak mau serentak terasa, demikian serta bersama industri rokok. Maka, kenaikan cukai rokok tak dapat berdampak dengan cara serentak, tapi justru mengambil keuntungan bagi warga Indonesia.

“Apabila ada efek ke petani tembakau ini dampaknya lama. Di Thailand, kenaikan harga rokok dampaknya mampu 20 th akan datang. Menjadi kita tetap sanggup antisipasi. Memang Lah industri bakal menurun, tetapi tak hingga menghilangkan,” pungkasnya.

news by PT Equityworld Futures