Larangan Beroperasi Kendaraan Angkutan Barang Saat Hari Raya Idul Adha 1437 H

PT Equityworld Futures, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang beroperasinya kendaraan angkutan barang pengangkut bahan bangunan,

kereta tempelan (truk tempelan), kereta gandengan (truk gandengan), kendaraan kontainer juga kendaraan pengangkut barang lebih dari dua sumbu,

beroperasi di 8 propinsi di tanah air.

 

Larangan ini bertujuan memberi dukungan kelancaran arus dulu lintas kepada dikala libur panjang Hri Raya Idul Adha 1437 H atau 2016.

Pelarangan sejak mulai berlaku mulai sejak Jumat, 9 September 2016, pukul 00.00 WIB hingga bersama Senin 12 September pukul 24.00 WIB.

Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) Nomer SE.15/AJ.201/DRJD/2016

berkaitan Pengaturan Dulu Lintas & Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang Terhadap Diwaktu Libur Panjang Hri Raya Idul Adha Thn 2016/1437H.

 

PT Equityworld Futures: Larangan Beroperasi Kendaraan Angkutan Barang Saat Hari Raya Idul Adha 1437 H

 

“Pelarangan pengoperasian kendaraan angkutan barang ini berlaku kepada jalan nasional (jalan tol & jalan non tol)

juga trayek wisata di 8 Propinsi yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, ja-bar, jateng,

DI Yogyakarta, jatim & Bali,” bunyi Surat Edaran itu mengutip page Sekretariat Kabinet, Kamis (8/9/2016).

Adapun yg dikecualikan dari larangan tersebut ialah kendaraan angkutan barang pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM),

Bahan Bakar Gas ( BBG), Ternak, bahan pokok (beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, cabai merah, bawang merah,

kacang tanah, kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan segar, & telur),

pupuk, susu murni, barang antaran pos juga barang (bahan baku) ekspor/impor dari home industry & atau ke pelabuhan.

diluar itu utk pengangkutan air minum dalam kemasan, menurut Surat Edaran Menhub ini,

dapat dilakukan sebelum saat pelarangan dilaksanakan atau dapat terus dilakukan pengangkutan dgn memanfaatkan kendaraan angkutan barang yg bersumbu tak lebih dari dua sumbu.

Sedangkan buat bahan pokok yg tak tahan lama & serta-merta rusak yg lewat darat, menurut surat edaran ini, diberikan prioritas.

Pelanggaran kepada larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang sama seperti dimaksud dalam surat edaran

bakal dikenakan sanksi tepat pasal 282 & pasal 306 Undang-undang No. 22 Thn 2009 berkenaan Dulu Lintas & Angkutan Jalan.

Sanksi dimaksud kepada pasal 282 & pasal 306 Undang-undang Nomer 22 Th 2009 yakni pidana kurungan paling lama satu bln

atau denda paling tidak sedikit Rupiah 250.000.

news by PT Equityworld Futures