Lagi Lagi Kecelakaan Helikopter Di Indonesia

PT Equityworld Futures – Helikopter Bell 205 jatuh di Sleman, Yogyakarta terhadap pekan dulu.
“Ini merupakan Bell 205 buatan Amerika th 1976,” tutur Kepala Instansi Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Sabrar Fadhilah dalam konferensi Pers di Sarana Center TNI AD, Jakarta, Jumat (8/7/2016).Sabrar menuturkan, helikopter tersebut diawal mulanya dinyatakan dalam kondisi laik terbang, maka tak disangka helikopter tersebut jatuh.

“Tetapi saat bakal terbang dinyatakan dalam keadaan patut terbang,” kata Sabrar.

Sabrar mengemukakan, pihaknya belum sanggup mengatakan berita berkaitan penyebab jatuhnya helikopter tersebut.

“Saya kira buat dugaan sebaiknya tim investigasi bekerja lalu,” jelasnya.

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan bahwa umur helikopter tersebut telah pass sepuh.
“Kalau menurut aku, helikopter ini heli lanjut usia. Itu aku gunakan th 1978,”
ucap Luhut pada jurnalis di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2016).Luhut mengemukakan mesti ada evaluasi pada helikopter milik TNI AD tersebut. Walaupun begitu,

pihak TNI AD tetap laksanakan investigasi terkait dgn jatuhnya helikopter tersebut.

PT Equityworld Futures: Kecelakaan Maut Helikopter Bell 205 yang jatuh di Sleman, Yogyakarta

 

“Bukan soal patut terbang tetapi benar-benar pesawat lanjut umur.

Menjadi kita benar-benar mesti mengevaluasi lagi. Aku kira Panglima TNI telah grounded BL205 itu kan,” papar Luhut.Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan pihaknya tetap menunggu hasil investigasi terkait dgn jatuhya helikopter itu. Pihak TNI pula tetap mempunyai 8 helikopter sejenis.

“Kan kita ada standard serta dengan cara apa serta serta itu telah 37 th setelah itu satu mesin kan berbahaya.

Oleh Sebab Itu aku katakan kini itu berubah menjadi pesawat latih saja. Aku sampaikan ke KSAD ini utk latihan saja tidak boleh buat operasional lagi,” kata Gatot.