Jalur Alternatif Untuk Menghindari Kemacetan Sistem Ganjil Genap

PT Equityworld Futures, Jakarta – System ganjil-genap di jalan-jalan protokol diuji mencoba mulai sejak Rabu (27/7/2016) pukul 07.00 WIB pagi ini.

Tetapi, trayek alternatif sudah disiapkan bagi pengendara yg nopol mobilnya tak mampu melintas.

Ganjil-genap itu diberlakukan di jurusan eks kawasan 3 in 1 ialah Jl Sisingamangaraja, Jl Sudirman, Jl MH Thamrin, Jl Medan Medan Merdeka Barat,

dan sebahagian Jl Gatot Subroto. Uji Mencoba itu diberlakukan sampai 26 Agustus 2016 akan datang tiap-tiap pukul 07.00-10.00 & 16.00-20.00.

Kendaraan roda empat atau lebih yg melalui di jalan itu mesti bernopol dgn angka terakhir genap terhadap tanggal genap & sebaliknya.

Mereka yg berkendara bersama kendaraan pribadi yg bertentangan dgn keputusan yg berlaku hri itu, dipersilakan buat melalui jurusan alternatif.

Berikut ini penjelasan Lembaga Perhubungan Pemprov DKI terkait jalur alternatif tersebut, Jumat (22/7/2016) :

 

PT Equityworld Futures: Beberapa list Jalur Alternatif untuk menghindarai Jalur Genap Ganjil

 

1. Dari arah selatan mengarah ke utara :

Jl Panglima Polim-Jl Bulungan-Jl Patiunus-Jl Pakubuwono-Jl Hang Lekir-Jl Asia Afrika-Jl Gelora-Jl Tentara Pelajar-Jl Penjernihan-

Jl KH Mas Mansyur-Jl Cideng Barat/Cideng Timur-Jl Abdul Muis-Jl Majapahit & kemudian.

2. Dari arah utara mengarah ke selatan :

Jl Gajah Mada/Hayam Wuruk (Harmoni)-Jl Ir Haji Juanda-Jl Veteran 3-Jl Medan Merdeka Utara-Jl Perwira-Jl Arena Lapang Banteng Barat-Jl Pejambon-

Jl Medan Merdeka Timur-Jl Ridwan Rais-Jl Prapatan-Jl Abdul Rahman Hakim (Tugu Tani)-

Jl Menteng Raya-Jl Cut Mutia-Jl Teuku Umar-Jl Samratulangi-Jl HOS Cokroaminoto-Jl HR Rasuna Said-Jl Gatot Subroto & kemudian.

3. Dari arah timur mengarah ke barat yaitu :

Jalan Gatot Subroto-Jl HR Rasuna Said-Jl Dr Satrio-Jl Mas Mansyur-Jl Pejompongan-Jl Penjernihan-Jl Gatot Subroto-Jl S Parman/Slipi & setelah itu.

4. Dari arah barat mengarah ke timur/selatan :

Jalan Gatot Subroto-Jl Penjernihan-Jl Pejompongan-Jl Mas Mansyur-Jl Dr Satrio-Jl HR Rasuna Said-Jl Gatot Subroto/Jl Kapt Tendean dan sebagainya.

Dishub menuturkan, dalam uji cobalah pembatasan ini dapat dipasang rambu pemberitahuan kepada lokasi-lokasi yg menuju kawasan ganjil-genap.

Pemasangan rambu berjumlah 20 satuan dgn ukuran standar 120 centimeter x 80 senti meter.

Dishub pula menuturkan, buat pengawasan Pegawai Dishub dapat bersama sopan menghampiri pengendara

dan sepintas menuturkan system ganjil-genap di simpang waktu lampu traffic light merah.

Polisi serta dapat dgn sopan menghampiri pengendara buat mengecek pelat No. kendaraan yg tak tepat bersama saat pemberlakuan.

Pengendara nantinya diberikan surat teguran tapi belum diberlakukan penindakan.

“Jika ada indikasi pemalsuan SNTK & atau pelat nomer kendaraan sehingga dapat dilakukan penilangan pula diproses pidana pemalsuan tersebut tepat dgn ketetapan yg berlaku,” ungkap Dishub.

Sekadar ketahuan, sesudah uji mencoba mogok, sehingga ganjil-genap dapat efektif berlaku terhadap 30 Agustus 2016.

Maksud kebijakan ini yaitu buat mengatasi kemacetan di Jakarta. Kebijakan ini diberlakukan sebelum aplikasi electronic road pricing (ERP) di musim akan datang.

news by PT Equityworld Futures