Human Trafficking Di Indonesia Semakin Parah

PT Equityworld Futures, Jakarta – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa kasus human trafficking di Indonesia telah dalam taraf memprihatinkan.

Dalam satu thn omzet tersangka human trafficking itu dapat mencapai Rupiah 63 triliun.

Angka ini lebih agung dari omzet bandar peredaran narkoba yg cuma Rupiah 53 triliun.

Menurut Khofifah, korban human trafficking dari Indonesia salah satunya dikirim ke Suriah.

Mereka diiming-imingi bakal dinikahkan bersama orang setempat atau bekerja bersama pendapatan 40 juta per bln.

“Mereka (korban) mendapat janji dinikahkan & meraih penghasilan 40 juta, & yang lain,”

kata Khofifah terhadap jurnalis usai jumpa anggota tim group kerja penanganan rehabilitasi sosial korban tindak pidana Perdagangan

dan tindak kekerasan kepada wanita & anak di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015).

 

PT Equityworld Futures: Human Trafficking Di Indonesia Semakin Parah

 

Khofifah menyatakan bahwa WNI yg dikirim ke Suriah bersama iming-iming penghasilan tinggi & bakal dinikahkan itu termasuk juga korban human trafficking.

Beruntung, kata Khofifah, sejumlah 106 sukses pulang kembali ke tanah air & sekarang tengah berada di Hunian Penanganan Trauma Centre (RPTC) yg dikelola Kementerian Sosial.

“Ada 106 dari Suriah dikirim Densus 88 dikirim ke Hunian Penanganan Trauma Centre (RPTC).

Diantaranya ada anak-anak umur 5-7 thn dulu ibu-ibu” kata Khofifah.

Di RPTC nantinya para korban human trafficking itu bakal meraih layanan assesment, recovery psikososial hingga diantar pulang ke area asal.

“Kalau di RPTC proses layanannya standarlah ada assesmentnya, ada recovery psikososialnya, s/d diantar pulang ke ruang asal,” kata Khofifah.

news by  PT Equityworld Futures