Hasil Putusan The FED Mendorong Laju IHSG Turun

PT Equityworld Futures, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) condong berada di daerah negatif sepanjang September 2016.

Sentimen global mendominasi gerak laju IHSG kepada September.

Berdasarkan data Bursa resiko Indonesia (BEI), IHSG turun 0,40 prosen month to month.

IHSG pernah di kelas paling tinggi di kisaran 5.431,95 kepada 29 September 2016 semula terendah 5.146,03 kepada 14 September.

dengan cara year to date, IHSG naik 16,8 persen.

Mengutip pemberitahuan PT Ashmore Assets Management Indonesia, seperti ditulis Senin (10/10/2016),

IHSG ditutup di teritori negatif sebab ketidakpastian dapat peningkatan suku pemberian bank sentral Amerika Serikat (AS)

atau the Federal Reserve guna bersumber September.

 

“Munculnya informasi tentang potensi destabilisasi perbankan di Eropa untuk pekan terakhir,”

catat kabar Ashmore Assets Management Indonesia.

Meski situasi domestik kembali positif bersama naiknya kredibilitas kebijakan fiskal berulang suksesnya

acara pengampunan pajak atau tax amnesty, falsafah dana ke pasar aset Indonesia baru positif kepada akhir bln.

keseluruhan penjualan bersih meraih US$ 250 juta di pasar saham.

 

PT Equityworld Futures: Hasil Putusan The FED Mendorong Laju IHSG Turun

Selain itu, kinerja asal saham-saham blue chip atau unggulan mengungguli kinerja berasal saham-saham berkapitalisasi mungil,

terefleksi untuk kinerja MSCI Indonesia Small Cap guna September (-3,43 %) yg lebih cacat di bandingkan LQ45 (0,30 %) di musim yg sama.

Hal ini sebab naiknya volatilitas saham berkapitalisasi mungil seperti bagian properti yg pada awal mulanya

menyuluh penguatan saham-saham berkapitalisasi mungil. untuk September,saham-saham blue chip antara lain PT Astra International Tbk (ASII),

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) masih PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengasuh defensifnya saham LQ45.

Strategi Investasi di Obligasi

Sementara itu, pasar obligasi domestik negatif bersama imbal produk obligasi pemerintah bertenor 10 th

ditutup di kelas 7,06 prosen di bandingkan bersama Juli di kasta 7,11 persen.

Pasar obligasi menyabet pembelian bersih guna September mengikuti potensi penurunan suku balasan di Indonesia.

juga sebagai imbasnya Ashmore Assets Management Indonesia menyaksikan penguatan di nilai pindai Rupiah terhadap September se gede 1,72 persen.

“Secara taktik, saya tambah mempunyai perspektif bakal adanya penurunan imbal bikinan obligasi

lebih lanjut hingga akhir thn, maka abdi mempertahankan taktik ketika ini buat berinvestasi terhadap

obligasi-obligasi yg mempunyai waktu tinggi,” catat pemberitahuan Ashmore Assets Management Indonesia.
news by PT Equityworld Futures