Harga Minyak Mentah Dunia Turun Lagi ke Level Terendah

PT Equityworld Futures – Harga minyak mentah jatuh terhadap akhir perdagangan Selasa dinihari,

tergelincir ke level terendah 3-bulan kepada meningkatnya kekhawatiran bahwa kelebihan minyak mentah & product olahan global bakal menekan pasar.

Data dari perusahaan intelijen pasar Genscape menunjuk kenaikan persediaan dari 1,1 juta barel kepada pusat pengiriman Cushing,

Oklahoma buat minyak mentah berjangka AS kepada pekan sampai 22 Juli.

Investor sudah jadi kurang optimis bahwa pasar bakal menyeimbangkan langsung ditengah kelbihan gede di product olahan,

terutama bensin, meski perkiraan utk rekor mengemudi periode panas AS.

Ancaman produksi minyak mentah AS bangkit kembali bersama meningkatnya kilang pengeboran & dollar yg kuat menyambung sentimen suram di pasar,

pedagang & broker mengemukakan.

 

PT Equityworld Futures: 3 bulan Terakhir Harga Minyak mentah Turun ke level terendah

 

PT Equityworld Futures – Harga minyak mentah berjangka AS ditutup turun $ 1,06 atau 2,4 %, terhadap $ 43,13 per barel & terakhir turun $ 1,14, atau 2,58 prosen, kepada $ 43,05 per barel, sesudah pada awal mulanya menyentuh $ 42,97, level terendah sejak 26 April.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan kepada $ 44,65 per barel terhadap 4; 25 p.m ET, turun $ 1,04 sen atau 2,28 % dari penutupan pada awal mulanya. Kontrak tersebut jatuh ke intraday rendah $ 44,55, terendah dapat kembali ke 10 Mei.

“Pasokan konsisten pulih dari rintangan, product olahan yg amat kelebihan pasokan, permintaan minyak mentah jatuh, & permintaan product kunci melambat,” kata Morgan Stanley dalam suatu catatan

Penurunan produksi AS sudah jadi kunci utk menyeimbangkan pasar yg sudah bergulat bersama minyak mentah berlebih tatkala nyaris dua thn,

tetapi bersama harga pulih dari posisi terendah 12-tahun, tanda-tanda gerakan pengeboran sudah muncul kembali.

Pengebor AS menyambung kilang minyak tatkala seminggu berturut-turut, menurut data minggu dulu dari laporan diikuti oleh perusahaan jasa energi Baker Hughes.

Tetapi aspek ini tetap terlampaui dini utk punya anggapan sanggup menyebabkan kenaikan produksi, kata sekian banyak analis.

“Meskipun aktivitas pengeboran kini kepada tingkat teratas sejak akhir Maret, tetap 30 prosen dibawah tingkat di mana dirinya menemukan beliau di awal thn.” Analis Commerzbank menyampaikan dalam satu buah catatan.

Barclays Bank mengemukakan permintaan minyak global terhadap kuartal ke3 2016 sudah berkembang kepada kurang dari sepertiga dari tingkat th diawal mulanya, terbebani oleh pertumbuhan ekonomi yg lemah.

Dengan Cara global, dukungan permintaan dari negeri maju sudah memudar, sementara pertumbuhan dari Tiongkok & India sudah melambat, kata Barclays.

news by PT Equityworld Futures