Harga Minyak Akan Kembali Terjungkal

Harga minyoilrigak dunia kembali terkoreksi seiring gejolak harga pasar global. Namun tren pergerakan tetap bullish.

Pada akhir perdagangan di New York harga minyak WTI ditutup pada level $ 48,88  per barel lebih rendah 0.4% persen dari penutupan hari sebelumnya, dalam sepekan terakhir harga minyak WTI telah mengalami penurunan sebesar 2.5%.

Penurupan harga emas disebabkan oleh dampak kekhawatiran keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit), mengingat refenrendum akan dilaksanakan pada tangggal 23 Juni mendatang. Berdasarkan survey mayoritas warga Inggris ingin keluar dari Uni Eropa. Ini dikhawatirkan membawa dampak terhadap perekonomian global.

Disaat bersamaan, tekanan juga datang dari Amerika Serikat (AS) setelah aktifitas pengeboran minyak kembali meningkat. Hughs Baker merilis data, pengoperasian rig pengeboran minyak AS bertambah tiga menjadi 328.

Belum lagi ditambah dengan pernyataan dari menteri minyak Iran Bijan Namdar Zanganeh yang berniat meningkatkan output antara 600.000 per barel – 700.00 per barel per hari dalam lima tahun kedepan. Kini produksi minyak Iran mencapai 3.8 juta per barel per hari sejak pembatasan perdagangan dicabut pada bulan Januari lalu.