Harga Beras Pasca Hari Raya Idul Adha Capai 8 Ribu Per Kg

PT Equityworld Futures, Jakarta – Tubuh Pusat Statistik (Badan Pusat Statistik) melaporkan harga gabah paling atas dipasarkan di Kalimantan Tengah

segede Rupiah 8.000 per Kilogram (Kg). Sementara harga gabah terendah ada di Kab Sukabumi, Jawa Barat Rupiah 2.800 per Kg

Deputi Sektor Statistik Distribusi & Jasa Badan Pusat Statistik, Sasmito Hadi Wibowo menyampaikan, harga biasanya Gabah Kering Petani (GKP)

terhadap Agustus ini di tingkat petani mencapai Rupiah 4.480 per Kg atau naik 2,38 prosen (MoM).

Sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) dipasarkan seharga Rupiah 5.505 per Kg atau naik 0,46 % (MoM).

Dirinya memaparkan, harga paling atas gabah segede Rupiah 8.000 per Kg ada di Kalimantan, adalah varietas Siam Mayang di Kab Kapuas, Kalimantan Tengah utk harga GKP & GKG varietas Siam Baba di Kab Banjar, Kalimantan Selatan.

“Pantas saja harga beras di Kalimantan pass mahal, lebih-lebih di Kalimantan Timur. Sultan Brunei Darussalam saja impor beras dari Kalimantan Timur seharga Rupiah 50.000 per Kg,” terang Sasmito di kantornya, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

 

PT Equityworld Futures: Harga Beras Pasca Hari Raya Idul Adha Capai 8 Ribu Per Kg

 

Sementara buat harga gabah terendah, Beliau memaparkan, segede Rupiah 2.800 per Kg dgn mutu rendah varietas Ciherang di Kab Sukabumi, jabar.

“Kalau ingin harga beras murah dgn mutu rendah benar-benar kebanyakan di Sukabumi. Sedangkan yg paling mahal ada di Kalimantan,” papar Sasmito.

Beliau memaparkan, biasanya Gabah Kering Petani (GKP) terhadap Agustus ini di tingkat penggilihan mencapai Rupiah 4.564 per Kg atau naik 2,37 prosen(MoM). Sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) dipasarkan seharga Rupiah 5.514 per Kg atau naik 0,75 prosen(MoM).

Sementara buat harga beras kelas premium di Agustus turun 0,08 % jadi Rupiah 9.367 per Kg dari harga di Juli Rupiah 9.374 per Kg. Beras medium dipasarkan Rupiah 8.901 per Kg di bln kedelapan ini atau turun 0,35 prosen dari diawal mulanya Rupiah 8.932 per kilo. & harga beras mutu rendah turun 0,65 prosen dari Rupiah 8.558 per Kg jadi Rupiah 8.502 per Kg di Agustus ini.

Utk ketahuan, Indonesia memiliki segudang potensi komoditas ekspor yg amat membanggakan, salah satunya beras Adan Krayan. Sesudah dinanak, beras Adan Krayan jadi makanan favorite Raja Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah.

Beras Adan Krayan ialah komoditas yg satu-satunya diproduksi dari Indonesia, tepatnya di Kecamatan Krayan yakni penghasil beras paling besar di Kab Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Beras Krayan itu pujaan Sultan Hassanal Bolkiah dikarenakan hanya diproduksi di Kecamatan Krayan. Berasnya kayak ketan, kesukaannya Sultan,” ungkap Guru Gede Kampus Indonesia Fakultas Ilmu Sosial & Politik, Bambang Laksmono.

Sayang, kata beliau, hak paten beras Adan Krayan pernah diambil oleh Malaysia. Negara Jiran ini mengklaim beras tersebut diproduksi dari Malaysia.

“Patennya diambil Malaysia. Mengapa sih kita tak berikan perhatian ke product lokal unggulan yg punyai nilai menjual. Supaya miliki merk sendiri, menjadi hulu hingga hilirnya mutlak lantaran miliki potensi ekspor,” tegas Bambang. (Fik/Ahm)