Pemerintah Kejar Nota Kesepahaman NOC

Equityworld-Futures, Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa PT Pertamina (Persero) akan segera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan National Oil Company (NOC) di Iran untuk pengelolaan blok migas.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari perjanjian pendahuluan yang sudah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia.

dengan pemerintah Iran. Rencananya, kesepakatan akan diteken sebelum Lebaran tahun ini.

PT Equityworld-Futures

Equityworld-Futures: “Kan kerja sama G to G (Government to Government) kan sudah.

Nah sekarang ekornya, urutannya kerja sama perusahaan ke perusahaan.

Sebelum Lebaran rencananya (ditandatangani),” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM,

IGN Wiratmaja Puja, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Menurut Wiratmaja, cadangan minyak dan gas bumi (migas) dari blok yang akan dikelola Pertamina di Iran relatif besar.

“Cadangannya besar. Karena ini sudah aksi korporasi, mereka (Pertamina) yang lebih tahu,” ucapnya.
Sebagai informasi, cadangan minyak di Indonesia sudah semakin menipis, yang terbukti (proven reserve) tinggal 3,7 miliar barel, sementara konsumsi yang sekarang sudah 300 juta barel per tahun dan terus meningkat.

PT Equityworld-Futures: Untuk mengamankan pasokan minyak di dalam negeri dan menjaga ketahanan energi nasional.

Pertamina harus mengakuisisi blok-blok migas di luar negeri. Salah satu negara yang sumber-sumber minyaknya dibidik adalah Iran.

Sebelumnya, Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, mengungkapkan bahwa sebentar lagi Pertamina akan menandatangani kesepakatan kerja sama pengelolaan blok migas di Iran.

“Iran kita mulai lakukan pembicaraan. Pekan depan MoU (Memorandum of Understanding) di Iran,” ujarnya pekan lalu.
Di Iran, blok yang diincar Pertamina punya cadangan minyak sampai miliaran barel.

“Di Iran kalau kita bisa deal, itu luar biasa. Dua aset di sana saja cadangannya hampir 4 miliar barel,” ungkap Alam.

Saat ini Pertamina sudah ‘ngebor’ minyak di Aljazair, Irak, dan Malaysia. Beberapa negara di Afrika Barat, Timur Tengah, dan Asia Barat tengah dijajaki. Di Rusia, ada rencana kerja sama dengan Rosneft untuk mengelola blok migas.

Pertamina menargetkan bisa meningkatkan produksi minyak mentah dari saat ini sekitar 300.000 barel per hari (bph) menjadi 943.000 bph pada 2030. Dari produksi 943.000 bph di 2030 tersebut, 337.000 bph akan berasal dari sumur-sumur minyak di luar negeri.

news by  PT Equityworld Futures