Equityworld Futures Pusat : Indesk Saham Asia Kembali Tertekan Dengan Retret Harga Di Wall Street Karena Ketidakpastian Reformasi Pajak

Equityworld Futures Pusat – Saham Asia memulai minggu ini di kaki belakang pada hari Senin, tertekan oleh sebuah retret di Wall Street di tengah ketidakpastian reformasi perpajakan sementara euro tergelincir setelah perundingan koalisi Jerman mencapai jalan buntu.

Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) hampir datar pada awal perdagangan.

Saham Australia (AXJO) turun 0,2 persen, sementara rata-rata saham Nikkei Jepang (N225) turun 0,1 persen.

Pada hari Jumat, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,4 persen, S & P 500 (SPX) turun 0,3 persen dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 0,2 persen. (N)

 

Equityworld Futures Pusat : Ketidakpastian Dalam Pergerakan Saham Saham ASIA

Dewan Perwakilan Rakyat A.S. mengeluarkan versi tagihan pajak yang akan memotong pajak perusahaan pada hari Kamis, namun Senat terus memperdebatkan tagihan pajak saingannya, dengan investor tidak yakin apakah Kongres akan dapat mencapai kompromi.

Terhadap yen, dolar naik tipis 0,1 persen menjadi 112,14.

Indeks dolar, yang mengukur mata uangnya terhadap sekeranjang enam mata uang saingan, menambahkan 0,3 persen menjadi 93,941 (DXY), karena euro turun 0,4 persen menjadi $ 1,1744.

Perundingan di antara empat partai Jerman berusaha membentuk pemerintah koalisi menyusul sebuah pemilihan yang melemahkan Kanselir Angela Merkel pada hari Minggu setelah partai Demokrat Liberal pro-bisnis (FDP) ditarik keluar, dengan alasan perbedaan yang tidak dapat didamaikan.

Keputusan oleh FDP berarti bahwa Merkel akan berusaha membentuk pemerintah minoritas dengan Partai Hijau atau pemilihan baru akan diadakan.

“Ini bukan kejutan total, dan perubahan politik semacam ini tidak akan menggagalkan ekonomi Jerman,” kata Masafumi Yamamoto, ahli strategi mata uang utama Mizuho Securities di Tokyo. “Kami melihat reaksi semacam ini di sesi Asia, tapi kita perlu melihat bagaimana Eropa akan bereaksi terhadap berita ini nanti.”

 

 

news edited by Equityworld Futures Pusat