Jelang Debat Presiden AS Pengaruhi Laju Indeks Harga Saham Gabungan

PT Equityworld Futures, Jakarta – Tingkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi untuk memperkuat perdagangan saham Selasa pekan ini. Sentimen eksternal, terutama menjelang pemilihan umum debat presiden terkait di Amerika Serikat akan mempengaruhi laju IHSG.

kata analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya bahwa tingkat dukungan 5.336 IHSG saat ini dalam tahap uji coba. IHSG pola pergerakan masih dalam fase konsolidasi dengan keuntungan potensial masih peluang cukup besar. Target dari level resistance yang perlu menembus di level 5.421 untuk memperkuat pola kenaikan jangka pendek.

“IHSG berpeluang menguat hari ini,” kata William dalam ulasannya, Selasa (27/09/2016).

PT Equityworld Futures: Jelang Debat Presiden AS Pengaruhi Laju Indeks Harga Saham Gabungan

Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko mengatakan melihat terjadi kelanjutan dari koreksi jangka pendek IHSG untuk meredakan situasi overbought setelah kenaikan pekan lalu.

Yuganur memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran support dan resistance 5.280-5.180-5.130-4.980 5.470-5.525-5.625.

Hal yang sama dikatakan analis PT First Asia Capital David Sutyanto. Dia mengatakan, IHSG cenderung melanjutkan koreksi karena kurangnya sentimen positif.
“IHSG masih tertekan sentimen, terutama dari luar. Setelah Federal Reserve terus peserta suku bunga pasar yang menjual berdasarkan berita. Kemudian pasar menjadi kurang percaya diri, terutama menjelang pemilu AS,” kata David saat dihubungi Liputan6.com .

Sementara secara internal, David mengatakan bahwa perkembangan pengampunan pajak atau tax amnesty terutama penerimaan dana dari Rp 165 triliun dari amnesti pajak mempengaruhi laju IHSG. Melihat ini, David memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran 5.300-5.390.

rekomendasi Saham

Yuganur merekomendasikan akumulasi saham berkapitalisasi besar, dan lapisan kedua untuk rally skenario di bulan Oktober. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Alam Sutera Realty (ASRI).

Sementara William memilih TLKM, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan ASRI.

rekomendasi teknis

Yuganur memilih PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk mengamati pelaku pasar. Pola teknis perbaikan jangka menengah pendek dan dapat digunakan sebagai kelanjutan dari peningkatan akumulasi jangka pendek dan menengah ke tingkat berikutnya Rp 4.250.

Dia merekomendasikan masuknya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rp 4.130 di tingkat pertama, tingkat kedua dari Rp 4.090 dan Rp 4.050 titik cut loss.

news by PT Equityworld Futures