Cuma Indonesia yang Tak Punya Intelijen Pertahanan

EQUITY WORLD FUTURES – Menhan Ryamizard Ryacudu berkeras untuk membentuk badan intelijen pertahanan sbg bagian dari struktur organisasi di lembaganya. Ia berkata, Indonesia adalah satu2nya negara yg tidak mempunyai badan intelijen pertahanan. “Coba cari di dunia, kementerian pertahanan yg tidak memiliki intelijen itu hanya kami,” kata Ryamizard saat ditemui di kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Rabu (8/6). Ryamizard enggan mengomentari pro & kontra yg muncul terkait wacana kementeriannya tersebut. Dgn singkat, ia hanya berkata, “Kemhan yg tidak punya intel, hanya kami.”

Merujuk UU Intelijen Negara, Wakil Ketua Komisi I DPR Mayjen (Purn) Tubagus Hasanudin mengatakan, fungsi intelijen pertahanan saat ini sudah dijalankan Badan Intelijen Strategis TNI. “Dalam UU tersebut, intelijen pertahanan itu adanya di TNI, di BAIS bukan Kemhan,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/6).

Disebutkan pada Pasal 9 UU Intelijen Negara, penyelenggaraan sektor intelijen di Indonesia dilaksanakan lima organisasi, yakni Badan Intelijen Negara, intelijen TNI, intelijen Kepolisian, intelijen kejaksaan & intelijen yg berada di kementerian atau lembaga pemerintah non-kementerian. Pasal 11 pada UU tersebut mengatur, intelijen TNI melaksanakan fungsi intelijen pertahanan & militer. Sementara itu, BIN menjalankan fungsi intelijen di dlm & luar negeri.

Adapun, intelijen kejaksaan melakukan kerja telik sandi di bidang penegakan hukum & intelijen kepolisian menjalankan fungsi intelijen yg berkaitan dengan keamanan. Wacana Kemhan membentuk badan intelijen pertahanan telah bergulir sejak awal thn 2016. Mengutip situs Kemhan, badan itu nantinya akan menjadi wujud baru dari Badan Instalasi Strategis Nasional. Mengutip pasal 140A pd Peraturan Presiden Nomor 80 Thn 2014, Badan Instalasi Strategis Nasional bertugas melaksanakan pengelolaan kawasan instalasi strategis nasional.

Bainstranas Kemhan berlokasi di kawasan Indonesia Peace & Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat. Badan itu menaungi 7 instalasi strategis yaitu standby forces, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), dan pusat bahasa & olahraga militer.Bainstranas dibentui di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono & Menhan Purnomo Yusgiantoro.

Kepala Bainstranas, Mayor Jenderal Paryanto berkata, badan intelijen pertahanan penting dibentuk untuk memprediksi & merumuskan bentuk ancaman yg mendasari strategi pertahanan nasional.(Prz)