Bursa Asia Di Buka Melemah Di Picu Melemahnya Bursa Wall Street

PT Equityworld Futures, Tokyo- Bursa saham Asia kepada awal perdagangan hri ini, Selasa (26/7) berguguran.

Pelemahan bursa Asia dipimpin oleh anjloknya indeks Nikkei di Jepang menyusulnya terpuruknya bursa AS yg dipicu oleh turunnya harga minyak mentah.

Indeks Nikkei 225 di Jepang terhadap perdagangan hri ini anjlok 227,29 poin atau turun 1,37 prosen ke level 16.393.

Indeks Hang Seng di Hong Kong pula melemah se gede 59,53 poin atau menyusut 0,27 % ke level 21.933,91.

Indeks ASX di Australia pagi ini pun anjlok se gede 19,66 poin atau turun 0,36 prosen ke level 5.513,90.

Sedangkan, indeks Shanghai di Tiongkok di buka melemah se besar 1,52 poin atau menyusut 0,05 % ke kisaran 3.014,31.

Indeks Kospi di Korea Selatan pagi ini di buka mendatar condong melemah segede 0,08 poin ke level 2.012,14.

 

PT Equityworld Futures: Bursa Asia Di Buka Melemah Di Picu Melemahnya Bursa Wall Street

 

Di pasar berjangka Asia, harga minyak mentah AS, WTI, pagi ini mengalami pemulihan bersama menguat 0,21 % ke level US$ 43,22 per barel,

sesudah kepada perdagangan Senin anjlok lebih dari satu dollar AS. Sedangkan, harga minyak mentah Brent di buka menguat 0,36 % ke level US$ 44,88 per barel

sesudah pernah terpuruk 2,12 % terhadap perdagangan semalam di pasar AS.

Pada Awal Mulanya, bursa saham Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan Rabu kala setempat atau Kamis dini hri WIB

berguguran menyusul tergerusnya harga minyak mentah di pasar berjangka AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah segede 37,39 poin atau turun 0,20 % ke kisaran 18.495,66. Indeks S&P 500 ditutup melemah segede 6,25 poin atau anjlok 0,29 % ke kisaran 2.175,49. Sedangkan, indeks Nasdaq ditutup melemah se gede 20,90 poin atau turun 0,40 % ke kisaran 5.204,58.

Kepada perdagangan Rabu di pasar berjangka AS, harga minyak mentah AS, WTI anjlok 2,48 % menuju level US$ 41,71 per barel sesudah Tubuh Info Energi AS mengemukakan data stok minyak mentah AS yg menunjukkan adanya peningkatan se gede 1,1 juta barel jadi 523,6 juta barel minggu dulu.

news by PT Equityworld Futures