Bau Mulut saat Puasa

PT EQUITY WORLD FUTURES – Berpuasa bukan semata-mata soal kewajiban bagi umat Islam di seluruh dunia. Dari segi kesehatan, banyak penelitian yg menyebutkan bahwa berpuasa menjadikan tubuh manusia lebih sehat.Namun, di sisi lain, puasa juga memicu beberapa efek samping. Salah satunya, aroma napas yg tidak sedap.Dokter gigi Falah Kartikawati menjelaskan bahwa sumber aroma tidak sedap yg dihasilkan oleh mulut, dikarenakan rongga mulut yg tidak terjaga kebersihannya.Selain dari sisa2x makanan yg menyangkut & membusuk, bau mulut juga bisa berasal dari permasalahan lain seperti karang gigi, gigi berlubang, & masalah sistem pencernaan. Bau mulut bisa menjadi lebih parah ketika rongga mulut kekurangan air ludah (saliva) yg salah satu manfaatnya untuk melembabkan guna mencegah bau mulut.

Falah menganalogikan aroma tidak sedap tersebut seperti kamar mandi. “Analoginya kalau kamar mandi bersih seperti hotel bintang lima, mau basah atau kering tetap wangi. Sebaliknya, kalau kamar mandinya sudah bau saat basah, apalagi waktu kering,” ujarnya.

Dia menambahkan, aktivitas mengunyah yg menurun saat berpuasa menyebabkan kelenjar ludah memproduksi sedikit saliva. Selain itu, kurangnya asupan cairan di siang hari juga memaksa tubuh membagi-bagi air secara merata ke seluruh tubuh, yg menyebabkan berkurangnya saliva. Falah menjelaskan, bau mulut saat berpuasa bisa dihindari. Caranya, dgn lebih banyak mengonsumsi air putih di waktu sahur & berbuka, menghindari makan makanan berbau tajam, & membersihkan karang gigi, atau scalling, sebelum berpuasa bila memungkinkan.

Dia juga menambahkan, sebanyak 98 persen bau mulut disebabkan oleh teknis. “Mau sikat gigi dgn pasta gigi dilanjutkan dgn obat kumur tetap saja akan bau kalau masih ada sisa makanan atau gigi berlubang,” katanya. Falah yg merupakan dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak juga menyinggung soal nyeri di gigi yg kerap terasa saat terkena air dingin. Umumnya rasa nyeri & ngilu ini ditemui saat berbuka puasa.”Itu namanya dentin hipersensitif atau kita biasa menyebutnya gigi sensitif,” terangnya.

Menurut Falah, 52 persen orang Indonesia mengalami gigi sensitif, yaitu nyeri pendek & tajam pada dentin yg terbuka. Penyebab utama gigi sensitif adalah abrasi gigi, atau turunnya gusi dari posisi yg seharusnya sehingga menyebabkan dentin yg seharusnya tidak terekspos menjadi terbuka. “Dentin itulah yg menyebabkan nyeri apabila terkena air dingin.” Penanganan utama masalah tersebut ialah dgn memperbaiki cara menyikat gigi dgn benar agar gigi tidak abrasi. Setelah itu baru menggunakan pasta gigi sensitif hingga posisi gusi kembali seperti semula. (Prz)