Batas Waktu Pembuatan E-KTP Di Undur Sampai Pertengahan 2017

PT Equityworld Futures, Jakarta – Menteri Dalam Negara Tjahjo Kumolo memberikan kelonggaran batas diwaktu perekaman data Card

Tanda Masyarakat elektronik (E-KTP) jadi pertengahan 2017 akan datang.

“Masih tidak sedikit penduduk yg belum lakukan perekaman E-KTP,” kata Tjahjo usai mengawasi penyembelihan hewan kurban di Tempat Ibadah Gede Kauman,

Semarang, jateng, seperti dikutip Antara, Senin (12/9/2016).

Beliau menyebut, Kementerian Dalam Negara mencatat jumlah masyarakat yg belum laksanakan perekaman data E-KTP

hingga dikala ini tetap kurang lebih 22 juta orang yg menyebar di bermacam macam daerah.

 

PT Equityworld Futures: Batas Waktu Pembuatan E-KTP Di Undur Sampai Pertengahan 2017

 

Sehingga dari itu, batas dikala perekaman data E-KTP yg semula akhir September ini diundur jadi pertengahan 2017 akan datang utk memberikan peluang bagi yg belum jalankan.

Menyangkut ketersediaan blangko E-KTP yg jadi gangguan di sebanyak daerah, laki-laki kelahiran Surakarta,

1 Desember 1957 itu mengemukakan stok blangko E-KTP di pusat sebenarnya amat mencukupi.

Dirinya meminta bagi daerah, baik kabupaten/kota yg ketersediaan blanko E-KTP telah menipis atau habis dipersilakan

utk membawa di pusat bersama mekanisme yg telah ditentukan.

“Tentunya,(permintaan blangko) mesti disesuaikan dgn jumlah penduduk yg rekam E-KTP, bukan keperluan penduduk dengan cara total,

” kata sosok yg menghabiskan musim sekolah di Semarang itu.

Dari pengalaman yg telah ada, kata dirinya, tidak sedikit blangko E-KTP yg menumpuk di sebanyak daerah tertentu

lantaran sejumlah melebihi penduduk yg telah lakukan perekaman data E-KTP.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan, sewaktu ini tetap tidak sedikit penduduk yg mengeluhkan menyangkut proses pengerjaan E-KTP yg membutuhkan kala lama atau tak cepat menjadi.

“Kami sudah berkoordinasi dgn kementerian (Kementerian Dalam Negeri) utk bergerak aktif meminta blangko E-KTP ke pusat. Dalam disaat dekat, serentak,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Dari kurang lebih 1,2 juta penduduk Semarang, kata beliau, tetap tersisa seputar 69 ribu penduduk yg belum jalankan perekaman E-KTP, sementara yg telah masuk list antrean jumlahnya 20 ribu penduduk.

“Kami telah ajukan terhadap kementerian (permohonan blangko), tapi baru diberikan delapan ribu blangko. Apabila ditotal, setidaknya masihlah perlu 89 ribu blangko buat E-KTP,” pungkas Hendi.

news by PT Equityworld Futures