Bank Indonesia Memangkas Suku Bunga Acuan Untuk Mendorong Perekonomian Dalam Negeri

PT Equityworld Futures – Bank Indonesia kepada hri Kamis (18/2) memangkas suku bunga acuan BI rate utk ke-2 kalinya thn ini guna mendorong perekonomian

dan menggunakan momen dikala kesukaan risiko di pasar negeri berkembang meningkat.

BI rate dipotong 25 basis poin lagi jadi 7 prosen saja, sedangkan suku bunga media lending jadi segede 7.5 % & media deposit se besar 5 %.

Ketetapan BI ini searah bersama ekspektasi konsensus ekonom yg disurvei Reuters ataupun Wall Street Journal

Dalam konferensi pers yg sama, Gubernur BI Agus Martowardojo mengemukakan bahwa permintaan domestik masihlah lemah.

Langkah tersebut di inginkan mempermudah pemerintah buat mencapai target pertumbuhan 5.3 % th ini,

sekaligus merespon perkembangan ekonomi dunia teranyar di mana pertumbuhan global diperkirakan dapat masihlah lesu & risiko kenaikan Fed rate menyusut.

 

PT Equityworld Futures: Bank Indonesia Memangkas Suku Bunga Acuan Untuk yang Ke 2

 

Buat lebih lanjut menggenjot pertumbuhan ekonomi, BI menyampaikan dapat mengurangi giro wajib minimum (reserve Requirement/RR) dari 7.5 % ke 6.5 %sejak mulai Maret 2016.

Pengurangan tersebut di inginkan mengalirkan 34 triliun Rp likuiditas ke system perbankan, maka mengijinkan bank-bank buat menggencarkan gerakan pembiayaan mereka.

Disambut Baik

Juniman, ekonom dari Maybank Indonesia, menyampaikan kepada Wall Street Journal,

bahwa itu merupakan langkah-langkah yg keren utk memberi dukungan pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan Wai Ho Leong dari Barclays Singapura mengemukakan kepada Reuters, “Ini yaitu langkah yg berani & tegas buat mengakselerasi pelonggaran moneter,

guna mengisolir perekonomian dari pelemahan permintaan eksternal (demand dari luar negara) & harga-harga komoditas yg lebih rendah.”

Sentimen investor pada Indonesia akhir-akhir ini tengah membaik sesudah pemerintah mengumumkan pembukaan sebanyak bagian(yg pada awal mulanya terlarang)

bagi investor asing, pula peningkatan pertumbuhan ekonomi di kuartal 4 thn 2015.

Dalam sekian banyak kala terakhir, falsafah dana pula kembali ke Indonesia.

Turut mensupport situasi ini merupakan Federal Reserve AS yg dalam jangka pendek diperkirakan tak dapat menaikkan suku bunganya lagi.

Kurs Rp kepada Dollar AS condong menguat merespon rentetan informasi positif tersebut.

Dalam satu bln terakhir, kurs Rp menguat dari 13,905 kepada 18 Januari ke 13,503 per Dollar AS kepada 18 Pebruari tempo hari menurut rekaman USD/IDR Spot Exchange Rate di Bloomberg.

Di musim yg sama, IHSG naik dari 4414 ke 4725, & bahkan pernah mencapai 4799 di awal Pebruari.

news by PT Equityworld Futures