Brexit Pesimis, Poundsterling Makin Terpuruk

PT Equityworld Futures – Poundsterling jatuh ke nilai terendahnya dalam tiga dekade pada Dollar AS terhadap $1.30an.

Melampaui level rendah yg disentuhnya pasca pengumuman hasil referendum.

Di mana Inggris pilih buat ke luar dari Uni Eropa.

Sebanyak dana investasi mencapai keseluruhan lebih kurang 5 milyar Pounds disuspensi terhadap hri Selasa (5/7)

PT Equityworld Futures - Poundsterling

Mengekspresikan hilangnya kepercayaan investor kepada mata uang ini.

Pounds pernah menghentikan pelemahan menyusul komentar dovish gubernur Bank of England, Mark Carney

Di mana beliau menjanjikan pelonggaran moneter penambahan guna menanggulangi masalah-masalah ekonomi yg muncul pasca Brexit.

Di kesempatan yg sama, dia pula pernah menyebutkan bahwa pelemahan Poundsterling selayaknya baik bagi para eksportir.

PT Equityworld Futures – Tapi begitu, bermacam macam keresahan di pasar semakin menggelora.

Sesudah para politisi satu demi satu menyebutkan mengundurkan diri dari jabatan mereka

Tidak dengan menggariskan rute yg terang bagi keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa belum dimulai dikarenakan partai Konservatif yg memimpin negara tetap mencari pengganti PM David Cameron yg menyebut mengundurkan diri pasca referendum.

Penggiat Brexit asal partai Konservatif yg pada awal mulanya dijagokan, Boris Johnson, menyebutkan takkan mencalonkan diri.

Maka diantara kandidat unggulan sekarang ini tidak ada yg dinilai mempunyai kesempatan menang mutlak

Walaupun pengganti Cameron dijadwalkan terpilih kepada 9 September.

Diskusi berkenaan musim depan pertalian Inggris bersama Uni Eropa mampu memakan ketika bertahun-tahun.

PT Equityworld Futures – Sementara itu, ekonomi Inggris mengirim sinyal pelemahan & Pounds condong bearish.

GBP/USD melandai sampai 2.2 prosen sampai 1.3000, terendah sejak thn 1985, & diperdagangkan di kisaran 1.3025 dikala informasi ini diturunkan.

Begitu juga bersama EUR/GBP yg menjulang sampai 0.8500, posisi terlemah Pounds kepada Euro sejak Oktober 2013.

Nyaris seluruh analis yg disurvei Bloomberg memperkirakan Sterling bakal tetap loyo. Dari 42 prediksi baru dalam survei tersebut.

Cuma lima yg tidak memprediksi GBP/USD bakal mengakhiri th ini kepada 1.30 atau lebih rendah.

PT Equityworld Futures – Data yg dirilis YouGov & Centre for Economics and Bisnis Research kepada hri Selasa

Mengindikasikan pesimisme menyangkut outlook ekonomi sudah berlipat ganda sejak referendum 23 Juni.

Dalam laporan dwi-bulanan Financial Stability Report, BoE berupaya mengentaskan kekhawatiran dgn memangkas Giro Wajib Minimum bagi perbankan Inggris.

Dan berjanji utk menjalankan kebijakan-kebijakan apapun yg dimanfaatkan.

Tetapi, dalam konferensi pers dgn agenda pemaparan laporan tersebut, Carney menyebut bahwa walau konsep BoE pasca Brexit terjadi bersama baik.

Namun mereka tidak dapat sepenuhnya mengimbangi volatilutas yg dipicu oleh hasil referendum.

Senada dgn itu, mayoritas ekonom yg disurvei Reuters pagi ini dilaporkan memperkirakan Bank of England bisa saja dapat membiarkan rate terus kepada rapat 14 Juli.

Tapi konsensus menyebutkan BoE dapat memangkas suku bunga satu kali dalam masa Juli-September maka rate acuan dapat berada kepada 0.25% sampai akhir th.

Dalam menghadapi Brexit, rata rata pakar menilai BoE bakal menggunakan kombinasi kebijakan suku bunga rendah & acara pembelian bekal atau Quantitative Easing (QE).

PT Equityworld Futures – Menanti Resesi

Mayoritas ekonom yg disurvei Bloomberg pula memperkirakan Inggris dapat tergelincir masuk resesi, sementara para investor berikhtiar mencerna bermacam macam data yg menunjukkan memburuknya keadaan ekonomi negara pemimpin Negara-Negara Persemakmuran tersebut.

Indeks PMI Jasa Inggris ambruk dari 53.5 ke 52.3 terhadap bln Juni, di bawah perkiraan 52.5.

Instansi yg launcing data tersebut, Markit, pula menyebut bahwa biarpun angkanya masihlah mengindikasikan ekspansi.

Nnamun pertumbuhan bagian jasa sepanjang kuartal II/2016 merupakan yg paling lambat sejak awal 2013, padahal 89% survei dikirim sebelum referendum Brexit.

Factor mirip dialami bidang konstruksi. Laporan minggu ini menunjukkan bagian konstruksi Inggris bln Juni menciut dalam laju paling cepat sejak 2009.

Nick Parsons, pimpinan riset Inggris & Eropa di NAB London, mengemukakan, “Carney senantiasa siap buat memanfaatkan seluruhnya instrumen yg sedia…

Bagi pasar, itu berarti lebih tidak sedikit pelonggaran (moneter) & sterling yg lebih lemah.”